Ice breaker game atau permainan pemecah kejenuhan adalah hal yang sangat diperlukan dalam setiap acara atau pertemuan yang monoton. Karena hal ini mempunyai banyak sekali manfaat, yaitu: menghilangkan jenuh, menjernihkan kembali pikiran untuk dapat konsentrasi mengikuti acara kembali, dapat atau lebih mengenalkan dengan para pemain lain, melatih kekompakan bersama atau bahkan hanya untuk bersenang-senang mengisi waktu luang bersama. Permainan-permainan ini sering kali terhambat oleh alat yang dibutuhkan untuk melakukannya. Berikut beberapa permainan pemecah kejenuhan (ice breaker games) yang dilakukan tanpa memerlukan alat:

1. Kapal Perang

Adalah permainan kelompok yang terdiri dari 5 anggota. Idealnya permainan ini dilakukan oleh 5 sampai 8 kelompok. Masing-masing kelompok harus menentukan nama dari kelompok mereka masing-masing, boleh bebas, boleh dibatasi harus nama buah atau nama hewan unik, atau apapun itu sesuai dengan kesepakatan bersama. Kemudian setiap kelompok membentuk barisannya masing-masing. Barisan ini diibaratkan sebagai sebuah kapal perang dengan kapten kapal di ujung depan dan kru kapal berada di belakangnya berurutan. Permainan dimulai dengan menunjuk secara acak salah satu kapal, kemudian diikuti dengan teriakan anggota kelompok yang ditunjuk berurutan sebagai berikut:

  1. Orang pertama (terdepan) = Kapten, pertama berteriak: “Nahkoda!”
  2. Orang kedua = Nahkoda, selanjutnya berteriak: “Siap!”
  3. Orang ketiga = Kepala Penembak, kemudian menyahut: “Tembak!”
  4. Orang keempat = Navigator Penembak, lalu mengarahkan: “[nama kapal lawan]!”
  5. Orang kelima = Eksekutor Penembak, menutup berteriak: “Door!!!”

Selanjutnya kapal lawan yang disebutkan harus segera menyahut dengan urutan yang sama dengan teriakan di atas. Begitu seterusnya ke nama kapal lawan lainnya. Kelompok yang telat merespon gilirannya, salah menyebutkan urutan teriakan ataupun salah menyebutkan nama kapal lawan akan gugur, kemudian dikeluarkan dari permainan ini dan dilanjutkan tanpa kelompok tersebut. Pemenang adalah kelompok yang mampu bertahan sampai akhir tanpa salah kata dan kompak.

2. Sangkar Burung

Permainan ini merupakan permainan banyak kelompok kecil kelipatan 3. Permainan dimulai dengan cara membagi semua peserta menjadi kelompok-kelompok kecil yang masing-masing terdiri dari 3 orang. 1 sebagai burung, 2 orang lainnya sebagai sanggar. 2 orang membentuk sangkar dengan saling berhadapan dan bergandengan tangan, sedangkan 1 orang sebagai burung harus berada di tengah-tengah gandegan tangan si sangkar. Setiap kelompok mencari tempatnya masing-masing kemudian mendengarkan pencerita untuk bermain. Pencerita atau biasanya si pembawa Ice Breaking, kemudian akan menceritakan kisah panjang karangannya sendiri sekreatif mungkin yang di dalamnya terdapat selipan kata-kata yang merupakan perintah untuk melakukan permainan. Jika dalam cerita tersebut terdapat kata:

  • burung, berarti semua orang yang berperan sebagai burung harus keluar dan mencari sangkar baru, sedangkan sangkar tetap berada di posisinya.
  • sangkar, berarti semua orang yang berperan sebagai sangkar harus bergerak dan mencari burung yang lain, sedangkan burung harus tetap di tempat.
  • badai, berarti baik burung ataupun sangkar harus berpisah rusak membentuk sangkar dan burung dengan anggota yang benar-benar baru.

Peserta atau pemain yang melanggar ketentuan tersebut, atau kesulitan mencari pasangan sangkar atau burung baru dalam waktu yang telah ditentukan dapat dianggap kalah.

3. Lingkaran Konsentrasi

Merupakan permainan kelompok besar, 1 kelompok bebas terdiri dari berapa orang, tetapi idealnya terdiri dari 7 sampai 11 orang. Bisa dikompetisikan dengan yang paling kompak yang menang, atau sebagai permainan pelepas penat saja. Setiap kelompok membentuk lingkaran besar saling berhadap-hadapan. Setiap anggota kelompok harus saling bergandengan lengan tangan, caranya: kedua tangan diletak di samping pinggang masing-masing seperti posisi model, tetapi bedanya kiri-kanan lengan mereka harus saling berkaitan dengan teman-teman satu kelompok sampai membentuk lingkaran dalam kelompok tersebut. Kemudian si pembawa acara atau pengisi Ice Breaking memberi perintah yang harus diikuti oleh semuanya. Perintah-perintah tersebut sebagai berikut:

  • “left!” berarti semua peserta harus melenggokkan pinggang ke kiri.
  • “right!” berarti semua peserta harus melenggokkan pinggang ke kanan.
  • “front!” berarti semua peserta harus melenggokkan pinggang ke depan.
  • “back!” berarti semua peserta harus melenggokkan pinggang ke belakang.
  • “down!” berarti semua peserta harus jongkok.
  • “up!” berarti semua peserta harus meloncat.

Jika permainan dalam mode kompetisi, kelompok yang paling bisa menjalankan perintah tersebut bersama-sama dengan kompak dan serentaklah yang menang.

4. Evolusi Kelangsungan Hidup

Urutan evolusi dengan gaya yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Telur, tangan mengatup di depan dada.
  2. Ayam, tangan terlipat ke dalam, mengepak-ngepak seperti ayam.
  3. Anjing, lidah terjulur dengan kedua tangan di depan dada, telapak tangan menekuk ke dalam, seperti anak anjing.
  4. Kera, satu tangan memegang kepala dari samping dan berjalan dengan paha agak menekuk seperti kera/monyet.
  5. Manusia Purba, tangan kanan terlipat ke arah bahu kanan seperti membawa gada dan berjalan sempoyongan, bahu kiri-kanan digerakan ke atas-bawah bergantian.
  6. Manusia Modern, selesai berevolusi. 

Permainan dimulai dengan semua yang berawal dan bergaya telur. Kemudia setiap peserta diharuskan untuk mencari peserta lain yang setingkat dengan evolusinya untuk melakukan suit. Telur hanya boleh suit dengan telur, ayam dengan ayam, anjing dengan anjing dan seterusnya. Pemenang suit akan berevolusi ke tingkat selanjutnya, misal telur ke ayam, ayam ke anjing dan seterusnya. Tidak boleh ada yang berbicara selama permainan. Antar peserta atau pemain hanya boleh bergaya sambil mencari lawan suitnya sesuai dengan tingkat evolusinya masing-masing. Permainan ini tentu akan menyisakan 1 telur yang selalu kalah suit, 1 ayam, 1 anjing, 1 kera dan 1 manusia purba. Terserah akan diapakan peserta-peserta yang gagal move on ini. Hahaha.. .

5. Intuisi Berhitung

Permainan ini merupakan permainan paling sederhana dari semua permainan yang telah disebutkan di sini. Permainan ini dilakukan dengan cara membentuk lingkaran saling berhadapan. Harus ada minimal 1 orang yang berperan mengawasi berlangsungnya permainan. Permainan dilakukan dengan cara semua peserta menutup mata kecuali pengawas (pembawa acara Ice Breaking), kemudian secara bergantian berhitung satu demi satu mulai dari satu, dua, tiga dan seterusnya sampai ada yang menyebutkannya bersamaan. Jika ada menyebutkan bersamaan, peserta yang menyebutkan secara bersamaan tersebut harus keluar dari lingkaran. Peserta atau pemain yang menang adalah pemain yang bertahan dengan selalu pas untuk menyebutkan hitungan dengan tidak bersamaan dengan pemain lain, yang intuisinya paling tajam!

Sending
User Review
0 (0 votes)
https://simonndanu.info/wp-content/uploads/2017/12/tic-tac-toe-1777859_1920-1024x684.jpghttps://simonndanu.info/wp-content/uploads/2017/12/tic-tac-toe-1777859_1920-150x150.jpgsimonndanuPermainanice breaking,pemecah kejenuhan,permainan,tanpa alatIce breaker game atau permainan pemecah kejenuhan adalah hal yang sangat diperlukan dalam setiap acara atau pertemuan yang monoton. Karena hal ini mempunyai banyak sekali manfaat, yaitu: menghilangkan jenuh, menjernihkan kembali pikiran untuk dapat konsentrasi mengikuti acara kembali, dapat atau lebih mengenalkan dengan para pemain lain, melatih kekompakan bersama atau bahkan...perspektif picik pelaku penulis picisan
Mari bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •