Lokasi dan Tempat

Malam minggu sepulang gereja adalah waktu yang tepat untuk menikmati santap malam yang romantis. Sedikit berputar-putar ke arah utara dalam keadaan lapar, calon istri dan saya akhirnya memutuskan untuk makan di sebuah restoran kecil di perempatan ringroad – jalan Kaliurang. Mie Nyiyir nama restoran tersebut.

Sebenarnya Mie Nyinyir memiliki banyak cabang, kebetulan saja kami mencari makan di daerah sini. Apalagi kami yakin suasananya enak jika kami makan menghadap jalan ditemani oleh lampu-lampu kendaraan yang berseliweran. Lokasi cabang yang ada di jalan Kaliurang ini cukup strategis karena tidak terlalu di pinggir jalan, lumayan jauh dari aspal sehingga debu jalanan pun tak mengotori makanan yang disantap. Berikut beberapa gambaran suasana restoran Mie Nyinyir cabang jalan Kaliurang (klik/sentuh untuk memperbesar).

Menu dan Ulasan

Pertama melihat harga di menu yang ada membuat saya sedikit terkejut karena harganya terbilang murah, bahkan setelah ditambahkan topping. Hal itu pun berlaku untuk minumannya, harga antar minuman pun tak terpaut jauh. Calon istri memesan mie nyinyir manja tanpa cabai dengan topping ayam dan keju serta segelas es teh tarik, sedangkan saya memesan mie nyinyir sinis (dengan modifikasi tiga cabai karena seharusnya lima cabai) dengan topping teriyaki dan keju serta minum segelas coklat panas. Total biaya yang kami keluarkan untuk makan malam itu adalah 39.000 rupiah.

Setelah memilih menu yang akan kami santap dan langsung membayarnya di kasir, kami mencari tempat duduk sesuai dengan tujuan awal kami, menghadap ke arah jalan raya. Menikmati pemandangan malam yang nyaman ditemani gemerlap lampu-lampu kendaraan yang lalu lalang di perempatan ring road utara ini. 

Kebetulan perut saya kurang kuat menghadapi pedasnya cabai, sehingga tidak bisa makan makanan yang terlalu pedas. Apalagi bareng calon istri yang perhatian, impian mencoba makan mie nyinyir sinis normal saja tak diperbolehkan. Ahahahaha. 

Minuman dan makanan yang kami pesan datang. Awalnya kukira mie nyinyir ini ada kuahnya, ternyata tidak. Mie nyinyir adalah mie basah tanpa kuah yang diberi banyak topping. Hebatnya rasanya enak original, kami yakin kalau semua itu diolah sendiri, baik dari mienya, pangsit keringnya, maupun dimsumnya. Tak mengecewakan. Porsinya cukup untuk wanita pada umumnya, sedangkan sedikit kurang untuk saya dalam keadaan normal, apalagi saya dalam keadaan gelap mata. Wkwkwkwkw. Modifikasi cabe isi tiga ternyata tidak begitu pedas, saya sarankan bagi Anda yang memang perutnya kurang bisa makan pedas tapi suka makan pedas, pilih mie nyinyir sinis saja. Pas kok, tapi ingat ini menurut saya. Hehehehe. Mie ini memang cocoknya berasa pedas, karena kalau tidak pakai cabai rasanya akan cenderung memblengerkan (kecuali Anda kelaparan).

Untuk minuman standar. Teh tariknya sedikit kemanisan, sedangkan coklatnya kami yakin ini rasa minuman coklat D*lfi. Hahaha. Kami suka karena harga yang di tarik untuk minuman pun sekitar lima ribuan, tak lebih dari sepuluh ribu. Harga yang nyaman di malam minggu setelah serbuan lebaran para keponakan. Wkwkwkwkw.

Fasilitas standar, karyawan pun melayani dengan baik. Hebatnya kebersihan benar-benar terjaga. Simple dan bersih walau berada sedikit di pinggir jalan besar. Secara keseluruhan restoran ini cukup memuaskan. Saya belum mencoba level tertinggi pedasnya, tapi saya yakin gbgi Anda penggemar mie, apalagi penggemar pedas, atau ingin lomba makan pedas bersama kerabat, ini salah satu tempat yang cocok untuk itu! Selamat makan, selamat nyinyir!

Penilaian
  • Penampilan
  • Rasa
  • Kenyang
  • Harga
  • Pelayanan
  • Suasana
  • Fasilitas
  • Kebersihan
4

Kesimpulan

Suka mie tanpa kuah yang pedasnya bisa Anda minta sendiri? Di mie nyinyir inilah jawabannya. Selain itu, tempatnya bersih dan harganya murah. Sedangkan untuk lokasi cabang yang kami kunjungi ini mempunyai suasana malam yang romantis. Rasanya pun lumayan enak, pastikan dengan sedikit level pedas. Porsinya sedang, cukup untuk wanita pada umumnya dan kurang untuk pria pada masa pertumbuhannya. Wkwkwkwk.

Sending
User Review
2.5 (2 votes)
https://simonndanu.info/wp-content/uploads/2018/06/WhatsApp-Image-2018-06-23-at-20.59.57-1024x768.jpeghttps://simonndanu.info/wp-content/uploads/2018/06/WhatsApp-Image-2018-06-23-at-20.59.57-150x150.jpegsimonndanuKulinerkuliner,mie,pedas,ulasanLokasi dan Tempat Malam minggu sepulang gereja adalah waktu yang tepat untuk menikmati santap malam yang romantis. Sedikit berputar-putar ke arah utara dalam keadaan lapar, calon istri dan saya akhirnya memutuskan untuk makan di sebuah restoran kecil di perempatan ringroad - jalan Kaliurang. Mie Nyiyir nama restoran tersebut. Sebenarnya Mie Nyinyir memiliki...perspektif picik pelaku penulis picisan
Mari bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •