Bubur malam hari? Di sinilah tempatnya. Dengan suasana malam nan romantis dari gemerlapnya lampu-lampu malam dan lalu lalang motor dan setelah capek fitness bareng, malam jumat ini kekasihku dan aku menghabiskan malam ini. Lokasi Bubur Hayam Manggo ini terletak deretan warung-warung kecil di seberang timur Galeria Mall Yogyakarta, tepatnya di:

Dimulai dari kekasih yang tiba-tiba “ngidam” bubur di malam hari, akhirnya setelah saya searhing, akhirnya menemukan warung bubur yang malah mulai buka pada sore hari sampai dini hari, tepatnya pukul 17.00-02.00.

Sesampai di sana dengan sedikit kesal, karena parkir motor di dalam (masuk dari jalan Solo) seharga 3 ribu. Jadi, saya sarankan parkir di depan warungnya saja, tepat di seberang Galeria Mall, semoga saja masih 2 ribu dan paling tidak tukang parkir lebih resmi dengan berseragam.

Karena setelah fitness tentu kotor, kami bertanya untuk bisa cuci tangan dulu. Walau dengan muka sedikit muram, baiknya Mbak pramusaji mempersilahkan kami untuk mencuci tangan di washtafel dalam pihak warung. Setelah itu, kami pun pesan di depan kemudian mencari tempat duduk yang kebetulan pas dengan yang paling kami sukai, menghadap jalan, melihat romantisnya lampu-lampu jalan dan kendaraan yang lalu lalang (meloo… Ahahahaha.. .). Kami cuma memesan 2 macam, 2 mangkuk bubur hayam spesial (semua isian dicampurkan) dan segelas susu rempah. Berikut menu Bubur Hayam Monggo dan penampakan pesanan kami (klik/sentuh saja untuk memperbesar):

Kami berdua menunggu cukup lama sajian mereka datang ke meja kami. Di setiap meja ada 1 set bumbu yang terdiri dari kuah bubur, kecap manis, kecap asin, potongan loncang (daun bawang), potongan seledri dan sambal. Setelah menunggu lama dan berharap banyak, akhirnya pesanan kami pun datang. Ternyata, rasa dan porsi yang kami berdua harapkan di bawah ekspektasi kami.

Dengan penampilan telur ayam setengah matang, rasa dari bubur hayam spesial yang kami pesan biasa, standar, kurang ada rasa yang berani, seperti asin gurih, mungkin memang seperti ini, tapi kami berdua menganggapnya kurang. Buburnya sudah dingin dan kerupuknya pun sudah agak melempem. Saya yang kurang mantab dengan rasanya menambahkan banyak kecap asin, sedangkan kekasih menambahkan banyak sambal. Ahahaha.. .

Untuk susu rempah malah sebaliknya, panas dengan rempah cengkeh dan kapulaga menyengat (terlalu banyak) yang membuat peminumnya tambah panas dan kurang bisa menikmati rasa susunya. Apalagi kadar susunya kurang kental dan disajikan dengan gelas besar.

Dengan harga yang lebih tinggi untuk semangkuk bubur padahal porsinya sedikit dan rasa yang kurang nendang, kami rasa harganya termasuk mahal. Walau memang mencari bubur malam hari itu sulit, sehingga inilah kelebihan dari Bubur Hayam Manggo.

Untuk menu lain kami belum sempat mencobanya. Mungkin saran dari kami, Anda dapat mencoba bubur ketan hitam dan terutama es brunonya.

Penilaian
  • Penampilan
  • Rasa
  • Kenyang
  • Harga
  • Pelayanan
  • Suasana
  • Fasilitas
  • Kebersihan
3.2

Kesimpulan

Ngidam bubur di malam hari? Di sinilah tempatnya. Harga memang lebih mahal, tetapi kalau berpikir “membayar lebih” demi bubur malam hari, ya memang sepadan kan.

Sending
User Review
0 (0 votes)
https://simonndanu.info/wp-content/uploads/2018/01/Bubur-Hayam-Manggo-Cover-1024x768.jpeghttps://simonndanu.info/wp-content/uploads/2018/01/Bubur-Hayam-Manggo-Cover-150x150.jpegsimonndanuKulinerbubur,kuliner malam,ulasanBubur malam hari? Di sinilah tempatnya. Dengan suasana malam nan romantis dari gemerlapnya lampu-lampu malam dan lalu lalang motor dan setelah capek fitness bareng, malam jumat ini kekasihku dan aku menghabiskan malam ini. Lokasi Bubur Hayam Manggo ini terletak deretan warung-warung kecil di seberang timur Galeria Mall Yogyakarta,...perspektif picik pelaku penulis picisan
Mari bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •