Lokasi & Suasana

Terletak di utara kota Yogyakarta setelah RingRoad, restoran ini menurut kami kurang dikenal. Saya dan calon istri pun tak sengaja menemukannya di tengah sabtu siang kebingungan kami mencari makan siang di bulan puasa. Dari malam sebelumnya yang ingin babi lagi, berubah jadi terserah dan setelah asal ke utara karena tempat makan tujuan kami sebelumnya telah tutup, akhirnya tak sengaja kami menemukan restoran dengan gaya yang berbeda dari yang lain. Berhenti di seberang, kami cek menunya di pencarian Google, akhirnya oke! Kita berdosa untuk berbabi lagi siang ini setelah tak cukup semalam berbabi ria. Kami memang sepasang babingan (baca: penggemar babi agak maniak). Wkwkwkwk. Berikut letak dan sedikit suasana restoran berbabi ini (mohon maaf kamera smartphone saya sudah tidak smart lagi, mohon doanya agar bisa segera ganti. Ahahahah.):

Menu & Pesanan

Wokay! Kelaparan pun tak bisa kami berdua bendung. Kami segera memesan makanan dari menu yang ada di restoran berbabi ini. Setelah beberapa lama seperti kebiasaan kami yang selalu bingung mencari makanan yang akan kami pesan karena banyaknya pilihan makanan, akhirnya kami tetap memutuskan makanan babi! Sayang saat itu saya ingin pesan iga babi tetapi sedang kosong, akhirnya saya ganti dengan menu babi yang lain. Pokoknya babi! Wkwkwkw. Berikut daftar menu yang bisa jadi acuan Anda untuk bersantap makan di sini bersama yang terkasih dan beberapa penampakan makanan babi yang kami pesan (klik atau sentuh untuk memperbesar):

Ulasan

Rasa makan di restoran berbabi ini tak mengecewakan! Memuaskan dengan porsi yang mengenyangkan. Mantab! Setiap makanan diracik dengan hati-hati dengan bumbunya yang tak tercampur satu sama lain. Tak heran jika kami perlu sedikit menunggu hidangan ini, karena ya memang dimasak baru sendiri-sendiri. Pelanggan pun dapat melihat langsung sang koki memasak karena dapur dapat terlihat dari dalam restoran.

Pelayan restoran yang kami dapati juga ramah, sabar dengan sikap kami yang memilih lama menu makanan yang diganti karena memang sedang kosong. Ditambah dengan senang hati mengambilkan permintaan khusus garam dan merica. Fasilitas penyajian pun lengkap, pelanggan akan diberi sendok, garpu dan sumpit berserta tisu secukupnya.

Nasi campur komplit memang komplit, baik pasti dari segi jenis lauk pauk sayurnya maupun dari segi cita rasa setiap masakannya yang variatif. Tak menumpuk bercampur satu sama lain. Ada manis kering dari chasio, ada manis basah dari sate babi, ada gurih kering dari babi panggangnya, sambel yang cukup untuk menggoyangkan lidah Anda yang sensitif, acar dan sayur-sup yang enak dan menyegarkan! Anda tak akan kecewa dengan rasa sup yang disajikan terpisah dalam mangkuk kecilnya, asinnya memikat. Ehehehehe. Mungkin kekurangannya hanya samcan goreng dan daging yang sedikit kurang empuk.

Mie goreng tan babi cukup, hanya kurang wah saja. Berbabi, berasa babi tapi tak cukup membuat saya yang memesannya berkata “wuenak tenan” (padahal saya dalam keadaan sedikit lapar). Saya suka dengan ketersediaan lalapan, acar dan cabe yang dapat menambah variasi rasa dari mie goreng ini.

Chasionya sih saya suka-suka saja, karena calon istri kurang suka yang hanya daging saja tanpa gorengan kulit atau samcannya. Walau pesan chasio ukuran medium, porsinya tak mengecewakan. Disajikan bersama kedelai manis. Memang makanan manis dengan penampilan yang manis pula. Tinggal celupkan sambal manis yang disajikan bersamanya. Bagi Anda yang suka bagian daging babi yang tebal, jelas tak boleh melewatkannya. Hahahaha.

Tan Berries? Mungkin sajian ini yang paling mengecewakan. Karena dengan harga yang menurut saya berlebih, baik dari rasa maupun porsinya kurang. Menyegarkan tetapi tak cukup kental. Masih terlalu encer.

Secara keseluruhan restoran ini memuaskan. Baik untuk Anda yang sedang ingin makan bersama keluarga atau merayakan acara tertentu bersama yang terkasih. Memang harganya dapat dibilang tak murah, tetapi termasuk restoran yang cukup berani menyajikan masakan babi dengan berbagai pilihan di kelasnya. Pun bersih dan profesional. Sejauh ini, restoran berbabi Tan ini yang mempunyai ciri seperti itu di Yogyakarta. Mungkin jika Anda ada masukkan restoran lain sejenis dapat memberikan rekomendasinya di kolom komentar. Terakhir perlu diingat bahwa harga makanan di daftar menu belum termasuk pajak dan pelayanan. Jadi, perlu menambahkan 10% untuk pajak dan 5% untuk pelayanan untuk total pembayaran nanti.

Hidup Babingan!

Penilaian
  • Penampilan
  • Rasa
  • Kenyang
  • Harga
  • Pelayanan
  • Suasana
  • Fasilitas
  • Kebersihan
3.7

Kesimpulan

Secara keseluruhan memuaskan. Dari segi rasa, porsi serta pelayanan baik terutama untuk hidangan masakan babi yang kami pesan. Memang restoran kelas menengah dengan banyak variasi makanan yang berani termasuk memasak makanan babi, hal yang jarang di Yogyakarta sejauh kami berkulineran. Anda pun dapat langsung melihat proses memasak Koki untuk menjamin kebersihannya. Kami rekomendasikan sebagai satu restoran keluarga. Hanya saja restoran ini terletak di daerah yang kurang dikenal sebagai daerah untuk makan dan masih sedikit ‘terpencil’.

Sending
User Review
4 (1 vote)
https://simonndanu.info/wp-content/uploads/2018/05/Cover-1-1024x584.jpeghttps://simonndanu.info/wp-content/uploads/2018/05/Cover-1-150x150.jpegsimonndanuKulinerbar,kuliner,makanan tiongkok,pork,ulasanLokasi & Suasana Terletak di utara kota Yogyakarta setelah RingRoad, restoran ini menurut kami kurang dikenal. Saya dan calon istri pun tak sengaja menemukannya di tengah sabtu siang kebingungan kami mencari makan siang di bulan puasa. Dari malam sebelumnya yang ingin babi lagi, berubah jadi terserah dan setelah asal ke utara karena...perspektif picik pelaku penulis picisan
Mari bagikan
  • 15
  •  
  •  
  •  
  •  
    15
    Shares