Lokasi

Kuliner malam hari merupakan kesenangan tersendiri, apalagi jika menunya merupakan menu favorit. Salah satu menu favorit calon istri dan saya apalagi kalau bukan babi. Ahahaha. Kali ini kami mencoba mencari menu babi yang tersedia di malam hari. Kabar burung (entah burungnya siapa) mengatakan jika kami dapat menemukan sate babi malam hari di pasar kranggan dekat tugu. Berikut lokasi persisnya:

Ulasan

Sebenarnya kabarnya warung sate babi ini sudah ada sejak lama. Hanya saja kami berdua baru sempat mencobanya. Selain sate babi, warung ini juga menyediakan ayam rendang panggang, tetapi kebetulan habis saat kami di sini. Satu porsi sate babi terdiri dari lima tusuk sate gemuk dengan banyak bumbu manis, potongan cabai, daun jeruk, kubis, bawang merah, tomat dan jeruk nipis. Harganya 30 ribu rupiah belum termasuk nasi. Nasi dan minum kira-kira rata-rata sekitar lima ribu rupiah. Karena untuk dua sate babi, dua nasi putih dan segelas jeruk hangat kami mengeluarkan uang sebesar 75 ribu rupiah.

Penampilannya yang menggiurkan tak membohongi rasanya. Sate babi malam hari pasar Kranggan ini rasanya mantab. Memang gigitan pertama rasa manis kecap akan mendominasi, tetapi setelah itu. Minyak cabai yang dikunyah akan menyebar, memberikan rasa pedas dan merangsang kita untuk terus makan. Perasan jeruk nipis, kubis dan tomat bisa ditambahkan untuk dapat menambah kesegaran sate ini, selain kesedapan dari potongan daun jeruk yang sudah bebarengan dengan potongan cabai. Tambah lagi ada otongan bawang merah? Tentu sedap! Untuk tingkat keempukan sangat pas menurut saya, tidak alot tetapi tidak terlalu empuk, tekstur padatnya mengigit di lidah. Ahahaha. Sayangnya tingkat keempukan ini kurang merata, ada yang empuknya pas, ada yang kurang empuk, walaupun memang sebagian besar (80%) empuk mantab.

Nasi yang disajikan pas pulennya, buat saya bisa lebih “maruki” istilah jawa untuk kebiasaan makan lebih banyak. Karena sate babinya sendiri sudah sangat membuat “maruki”. Minuman jeruk hangatnya kurang segar, mungkin saja kami pas dapat jeruk yang sudah terlalu matang jadi ya tak terlalu kecut jeruk. Rasa hambar matang.

Memang lokasinya bertempat di pasar, tetapi bukan berarti kebersihan tak bisa dijaga. Karena di meja kami ada sedikit bekas kecap yang kurang dibersihkan. Sedang fasilitas, tentu fasilitas standar warung kaki lima. Bumbu seperti kecap dan lada tersedia. Penerangan cukup. Suasana malam pinggir jalan besar yang tak terlalu pinggir karena lokasinya sedikit menjorok ke dalam pasar.

Secara keseluruhan yang dimenangkan dan diprioritaskan di warung kaki lima tentu saja makanannya. Jadi, sekali lagi mantab! Harganya memang pantas, tak murah tapi juga tak terlalu mahal, sepadan dengan porsi dan rasanya. Bagi Anda sang petualang malam, penggemar daging babi apalagi suka dengan bumbu sedap ala-ala matah/dabu-dabu (banyak potongan cabai, bawang merah, kubis, daun jeruk, tomat dengan jeruk nipis) sangat perlu menyobanya. 

Happy babingan di sate babi malam hari pasar Kranggan!

Penilaian
  • Penampilan
  • Rasa
  • Kenyang
  • Harga
  • Pelayanan
  • Suasana
  • Fasilitas
  • Kebersihan
3.8

Kesimpulan

Wajib bagi Anda penggemar sate babi. Empuk dan pedasnya membuat Anda ingin terus menyantapnya lagi. Dengan harga yang wajar dan porsi yang mengenyangkan, merupakan salah satu pilihan santap malam yang menggiurkan.

Sending
User Review
0 (0 votes)
https://simonndanu.info/wp-content/uploads/2018/06/WhatsApp-Image-2018-06-14-at-07.50.35.jpeghttps://simonndanu.info/wp-content/uploads/2018/06/WhatsApp-Image-2018-06-14-at-07.50.35-150x150.jpegsimonndanuKulinerbabi,kuliner malam,sate,ulasanLokasi Kuliner malam hari merupakan kesenangan tersendiri, apalagi jika menunya merupakan menu favorit. Salah satu menu favorit calon istri dan saya apalagi kalau bukan babi. Ahahaha. Kali ini kami mencoba mencari menu babi yang tersedia di malam hari. Kabar burung (entah burungnya siapa) mengatakan jika kami dapat menemukan sate babi malam hari...perspektif picik pelaku penulis picisan
Mari bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •