13+ – 107 Menit

Detail dan Sinopsis

Sutradara:Brad Peyton
Penulis:Ryan Engle (skenario dan cerita), Carlton Cuse (skenario), Ryan J. Condal (skenario) dan Adam Sztykiel (skenario)
Aktor:Dwayne Johnson, Naomie Harris, Malin Akerman
Produksi:ASAP Entertainment, Flynn Picture Company, New Line Cinema
Genre:Aksi, Fiksi Sains, Petualangan

Primatologis Davis Okoye mempunyai ikatan sangat erat dengan George, gorila albino cerdas yang telah dia rawat sejak bayi. Hasil percobaan genetis jahat tak sengaja mengubah gorila baik ini menjadi monster yang suka mengamuk. Saat monster-monster baru lain ini menyerang Amerika Utara dan menghancurkan semua yang ada di hadapan mereka, tim Okoye dengan seorang insinyur genetik berusaha mengamankan obat penawar, berjuang melalui medan perang yang tidak terduga, tidak hanya untuk menghentikan bencana global namun juga untuk menyelamatkan gorila yang dulu adalah temannya.

Ulasan - Tingkat Spoiler: Sedang

Menghibur! Yap, setiap film mempunyai kekhasan sendiri di bidangnya, bukan secara tema, tetapi secara keseluruhan dan tujuannya. Ketidaksempurnaan di beberapa elemen adalah hal yang wajar, asal tak keterlaluan dan bila dapat tertutupi atau tergantikan dengan hal lain. Kalau dalam kasus saya hal lain tersebut, antara hal yang dapat tetap menarik perhatian penontonnya secara penuh ataupun mengejut-muaskan hasilnya.

Anak 90-an yang gemar bermain konsol Playstation generasi pertama pasti tahu Rampage. Ya film ini merupakan adaptasi dari sebuah permainan di Playstation dengan nama yang sama. Di dalam permainan ini, para pemain akan bermain sebagai monster-monster yang mempunyai misi menghancurkan semua gedung sampai rata, musuh pemain adalah tentara dengan segala persenjataan mereka dan manusia sebagai energi nyawa si monter bila terluka. Dulu permainan ini sering menjadi alternatif permainan saya bersama teman atau adik saya.

Cerita ringan, tapi lengkap. Dari segi asal muasal, alasan fiksi, ikatan antara primatologis dan primata gorilanya. Semua elemen yang sebaiknya ada memang ada, hanya saja ada beberapa hal yang kurang atau tidak dibangun dengan logis, seperti: Mengapa perusahaan yang bertanggung jawab memanggil monster tersebut tanpa mempunyai persiapan apapun untuk mengambil sampel DNAnya? Kemudahan lolosnya primatolis dan doktor genetika. Para tentara yang menghampiri monter buaya dengan jarak yang konyol. Mengapa George yang sedang setengah mengamuk masih sempat mendengarkan untuk menelan obat penawar? Tak terlihatnya anjing-anjing si primatologis setelah dititipi salam oleh temannya. Tetapi secara keseluruhan hal ini termaafkan dengan lelucon yang ada di saat tak terduga. Hal inilah yang membuat si Dwayne Johnson mempromosikan film ini seperti film yang dia bintangi sebelumnya: Jumanji.

Karakter dalam tokoh-tokoh yang ada dalam film ini dibangun dengan pembagian yang lengkap seperti halnya drama. Keseimbangan untuk menyajikan film ini sebagai film ringan agar mudah diterima sasaran penonton dengan umur di atas 13 tahun sudah tepat. Ada si pemimpin yang gagah berani, ada si pintar, ada pengakuan dan bahkan ada si bodoh. Tak ada penokohan yang menonjol. Ada satu hal yang kurang menunjukkan kewibaan dan ketegasan yang seharusnya ada di suatu tokoh, yaitu pemimpin operasi militer.

Musik biasa, mendukung sesuai standarnya. Yang hebat adalah efeknya, entah saya sedang konsen atau “in” saat menonton ini, tapi jarang-jarang saya terbawa efek gedung-gedung yang dihancurkan para monster. Penggarapan efeknya sangat kena, awalnya saya kira efek dalam film ini hanya akan membuat saya sebagai penonton seperti halnya filmnya di San Andreas, tapi ternyata di atas rata-rata. Saya sempat terceletuk, “Wogh, wangun.” Hahaha. Untuk adegan kepahlawanan si Primatologis, Davis dalam membantu teman gorila George yang telah sadar melawan dua monster yang lain cukup logis, menegangkan dan penuh aksi. Jelas tak sejanggal aksi menangkis sabetan transformer hanya dengan pedang. Hahaha.

Terakhir, tapi bukan terkurang. Saya pribadi puas dan merasa tak rugi menonton film ini. Menghibur dengan efek yang jauh di atas ekspektasi dan tentu dengan akhir tak terduganya. Membuat calon istri dan saya sendiri senang lepas malam ini. Wajib ditonton bagi Anda yang mencari film ringan dan menghibur untuk keluar sejenak dari rutinitas bersama kesayangan Anda.

Penilaian
  • Cerita
  • Karakter
  • Efek
  • Musik
3.8

Kesimpulan

The great serious effect and unexpected hilarious element! Hahaha. Bagi Anda yang menyukai efek penghancuran yang epic, Rampage bisa menjadi salah satu pilihannya. Memang ceritanya ringan dan ada beberapa bagian yang sangat janggal dan tak tertampilkan, tapi saya sendiri tetap hanyut dengan efek dan akhir ceritanya. Film ringan dengan gaya seperti inilah yang saya suka.

Sending
User Review
0 (0 votes)
https://ia.media-imdb.com/images/M/MV5BNDA1NjA3ODU3OV5BMl5BanBnXkFtZTgwOTg3MTIwNTM@._V1_SY1000_CR0,0,674,1000_AL_.jpghttps://ia.media-imdb.com/images/M/MV5BNDA1NjA3ODU3OV5BMl5BanBnXkFtZTgwOTg3MTIwNTM@._V1_SY1000_CR0,0,674,1000_AL_.jpgsimonndanuFilmASAP Entertainment,buas,film,monster,permainan,ulasan,Warner Bros13+ - 107 Menit https://www.youtube.com/watch?v=coOKvrsmQiI Detail dan Sinopsis Sutradara : Brad Peyton Penulis : Ryan Engle (skenario dan cerita), Carlton Cuse (skenario), Ryan J. Condal (skenario) dan Adam Sztykiel (skenario) Aktor : Dwayne Johnson, Naomie Harris, Malin Akerman Produksi : ASAP Entertainment, Flynn Picture Company, New Line Cinema Genre : Aksi, Fiksi Sains, Petualangan Primatologis Davis Okoye mempunyai ikatan sangat erat dengan George, gorila albino cerdas yang...perspektif picik pelaku penulis picisan
Mari bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •