13+ – 99 Menit

Detail dan Sinopsis

Sutradara:Fajar Nugros, Bayu Skak
Penulis:Bagus Bramanti, Gea Rexy, Bayu Skak
Aktor:Bayu Skak, Cut Meyriska, Brandon Salim, Joshua Suherman
Produksi:Starvision Plus
Genre:Komedi

Sejak lama Bayu (Bayu Skak) naksir Susan (Cut Meyriska). Karena merasa minder dengan keadaannya yang biasa-biasa saja, Bayu menyimpan perasaan itu di dalam hatinya. Hal berubah sejak Susan mengirim voice chat ke ponsel Bayu. Ternyata Susan menggunakan Bayu hanya untuk membantunya memasok pecel untuk konsumsi rapat OSIS. Bayu bertekad membuat dirinya lebih populer dengan cara membentuk sebuah band bersama Doni (Joshua Suherman), Yayan (Tutus Thomson) dan Nando (Brandon Salim). Mereka menamai band mereka Yowis Ben. Saat Yowis Ben tumbuh di lokasi musik kota Malang, perpecahan antara personil Yowis Ben mulai muncul.

Ulasan - Tingkat Spoiler: Sedang

Sebenarnya saya jarang sekali menonton film Indonesia langsung di bioskop. Ehehehe.. . Tetapi saya tertarik menonton film Yowis Ben ini karena selain diajak oleh salah satu sahabat saya, juga karena video promosi dari Bayu sendiri. Video ini membuat saya sebagai orang jawa tergugah juga. Saya jadi ingin menghargai karyanya dengan langsung menontonnya di bioskop. Berikut video yang disempatkan Bayu untuk dibuat sebagai pengantar dan alasannya membuat film Yowis Ben:

Setelah melihat videonya ini saya jadi ikut emosi melihat orang-orang yang hanya bisa menghina atau mencemooh tanpa bisa menunujukkan karya yang dapat dia banggakan. Dari sudut pandang saya sendiri, mengkritik sih sah dan boleh-boleh saja, tapi hanya orang yang menghasilkan karya yang minimal serupa dan seharga yang boleh “menghina” karya orang lain tersebut. Sedangkan saya yakin di satu sisi, semakin bagus karya seseorang, semakin dia mengerti jerih payah pembuatan suatu karya dan semakin dia tidak mungkin untuk menghina karya orang lain tersebut. Jadi orang-orang yang kerjanya cuma menghina, mencemooh ataupun nyinyir (ingat beda dengan mengkritik) adalah orang-orang yang tak pernah bekerja untuk membuat suatu karya, karena kerjanya hanya menghina karya orang lain tersebut.

Oke, setelah seperti biasanya sedikit curhatan saya, kita masuk ke ulasan Yowis Ben karya Bayu Skak ini.

Film ini merupakan film dengan alur yang ringan dan menghibur. Benar-benar ringan, karena konflik yang dihadirkan sudah cukup disebutkan jelas melalui trailer ataupun sinopsisnya. Bahkan menurut saya, alur yang diberikan masih kasar, banyak jumping cerita padahal secara keseluruhan alurnya cukup lambat. Hal ini mungkin dikarenakan pembagian porsi dengan guyonan-guyonan sisipan yang kurang lembut.

Menurut saya, film ini fokus dan berkekuatan penuh pada guyonan-guyonan yang diberikan. Guyonan tersebut antara lain: guyonan bahasa kasar/kotor keren Jawa Timuran (saya suka karena saya juga misuhan, alias suka mengumpat), maupun guyonan segar dan update dengan materi yang sedang tren. Di satu sisi kadang ada beberapa guyonan “njeglek” yang sulit diikuti orang apalagi orang luar Jawa (Timur).

Untuk tokoh-tokoh yang diperankan sudah cukup sesuai bagi para pemain utama ataupun pemain kunci, hanya saja untuk beberapa tokoh porsinya terlalu sedikit dan tidak diceritakan sedikit lebih dalam. Banyak penyelesaian konflik yang intinya “yowis ben, mestine ngunulah, penontone wis reti.” alias “ya sudahlah, pastinya begitu, penontonnya sudah pada tahu”. Di satu sisi, beberapa pemain pembantu dan figuran masih terlihat kaku dalam memerankan tokohnya. Apalagi hal ini begitu kelihatan pada adegan ramai-ramai dalam satu layar. Sedangkan untuk pemeran dari artis itu sendiri, hebatnya banyak diantaranya dihadirkan dari kalangan tokoh masyarakat yang cukup terkenal, seperti dari artis youtube, stand up comedy maupun tokoh pelawak jaman dulu.

Untuk efek sedikit di atas rata-rata film Indonesia: sederhana dan kena. Sedangkan musiknya luar biasa, saya mengakui kalau editing atau suntingan musiknya (dan tentu efeknya) sangat bagus, bersih dan kena. Bangga ketika film Indonesia sudah semaju ini dalam menyajikan musik beserta efeknya.

Secara keseluruhan film ini begitu ringan dan menghibur. Film yang menceritakan tentang perjuangan orang-orang yang mempunyai keinginan yang serupa. Keinginan untuk diakui. Film yang lucu dan segar dengan segala guyonan umpatannya. Film yang mengenalkan, membanggakan dan memajukan kebudayaan lokal dalam kehidupan sehari-hari kita. Anda seorang nasionalis yang bangga budaya sendiri? Tontonlah Yowis Ben!

Penilaian
  • Cerita
  • Karakter
  • Efek
  • Musik
3.9

Kesimpulan

Film dengan alur ringan tetapi dengan guyonan segar. Musik yang bersih dan mantab. Lebih dari itu, film yang mengenalkan dan mengangkat kebudayaan lokal sehari-hari. Cocok untuk Anda yang suka mengumpat, suka film komedi ataupun sedang jenuh menonton film dengan tema berat. Ahahaha.. .

Sending
User Review
3.67 (3 votes)
https://images-na.ssl-images-amazon.com/images/M/MV5BMjcwYzU5ZGQtY2I5NC00M2YyLTllZDktZTEzNjdiMWVkMjRkXkEyXkFqcGdeQXVyNzkzODk2Mzc@._V1_SY1000_SX800_AL_.jpghttps://images-na.ssl-images-amazon.com/images/M/MV5BMjcwYzU5ZGQtY2I5NC00M2YyLTllZDktZTEzNjdiMWVkMjRkXkEyXkFqcGdeQXVyNzkzODk2Mzc@._V1_SY1000_SX800_AL_.jpgsimonndanuFilmbudaya,film,jawa,komedi,ulasan13+ - 99 Menit https://www.youtube.com/watch?v=PvjiH2U6G-Q Detail dan Sinopsis Sutradara : Fajar Nugros, Bayu Skak Penulis : Bagus Bramanti, Gea Rexy, Bayu Skak Aktor : Bayu Skak, Cut Meyriska, Brandon Salim, Joshua Suherman Produksi : Starvision Plus Genre : Komedi Sejak lama Bayu (Bayu Skak) naksir Susan (Cut Meyriska). Karena merasa minder dengan keadaannya yang biasa-biasa saja, Bayu menyimpan perasaan itu di dalam hatinya. Hal berubah sejak Susan mengirim voice...perspektif picik pelaku penulis picisan
Mari bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •